English Japanese French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 30 April 2010

Visual Basic V

Posted by Retphern Jumat, April 30, 2010, under , | No comments

Apa itu Procedure ?

Procedure adalah blok kode program yang berisi perintah-perintah untuk mengerjakan tugas tertentu. Bila di dalam kode program yang kita buat ada perintah-perintah untuk melakukan tugas yang sama di beberapa tempat, maka akan lebih baik perintah-perintah tersebut dibuat dalam sebuah procedure. Kemudian, procedure itu bisa di-‘panggil’ bila diperlukan.

Penggunaan procedure sangat menghemat penulisan kode program, karena kode-kode program yang sama dibeberapa tempat cukup dibuat pada satu bagian saja. Selain itu, procedure akan memudahkan perbaikan kode program bila terjadi perubahan atau kesalahan, karena perbaikan cukup dilakukan pada satu bagian saja.


Jenis-jenis Procedure

Pada VB6 ada 4 jenis procedure, yaitu :

�� Procedure Sub – procedure yang tidak mengembalikan nilai setelah ‘tugas’-nya selesai.

�� Procedure Function – procedure yang mengembalikan nilai setelah ‘tugas’-nya selesai.

�� Procedure Event – procedure untuk suatu event pada sebuah object. Digunakan di dalam class module.

�� Procedure Property – procedure untuk mengubah (let) atau mengambil (get) nilai property pada sebuah object. Digunakan di dalam class module.

Pada bab ini akan dibahas penggunaan procedure sub dan function. Procedure event dan property akan dibahas pada bab selanjutnya.

Bentuk penulisan (syntax) procedure sub :

[Public | Private] Sub ([])

End Sub

Sedangkan bentuk penulisan (syntax) procedure function :

[Public | Private] Function ([]) As

End Function

Pernyataan [Public | Private] menentukan ruang lingkup (scope) procedure. Sebuah procedure dengan scope public bisa digunakan dalam lingkup project. Sedangkan procedure dengan scope private hanya bisa digunakan dalam lingkup form saja.

atau dibuat sebagai pengenal procedure saat di-‘panggil’. Aturan penamaan sebuah procedure sama dengan aturan penamaan sebuah variabel. Nama sebuah procedure dibuat unik, tidak boleh ada yang sama.

merupakan serangkaian nilai dan tipe data yang dipakai oleh procedure untuk mengerjakan ‘tugas’-nya. Sebuah procedure bisa saja tidak memakai argumen sama sekali.

Pernyataan As pada procedure function menentukan tipe data nilai yang akan dikembalikan (return value) setelah ‘tugas’-nya selesai.

Untuk menggunakan sebuah procedure, maka procedure tersebut harus di-‘panggil’ pada bagian tertentu dari kode program. Procedure sub di-‘panggil’ dengan pernyataan :

Call ([])

Sedangkan procedure function bisa di-‘panggil’ langsung dengan menyisipkannya di dalam kode program yang memanggilnya


Visual Basic IV

Posted by Retphern Jumat, April 30, 2010, under , | No comments

Apa itu Array ?

Array merupakan sekumpulan nilai data yang “dikelompokkan” dalam sebuah variabel. Array

digunakan bila ada beberapa nilai data yang tipe datanya sama dan akan mendapat perlakuan yang sama pula. Misalnya, ada 10 nilai data dengan tipe string dan akan diolah dengan cara yang sama, maka akan lebih mudah jika menggunakan sebuah array dibandingkan bila menggunakan 10 variabel yang berbeda. Setiap nilai data di dalam sebuah array disebut elemen array dan masing-masing dibedakan dengan nomer indeksnya.



Menggunakan Array

Sebuah array dideklarasikan dengan cara yang sama dengan variabel, yaitu menggunakan perintah Dim, kemudian diikuti dengan tanda kurung dan jumlah

Dim nama_array(jumlah_elemen - 1) As tipe_data

Contoh :

Dim NamaSiswa(99) As String �� array NamaSiswa akan mempunyai elemen sebanyak 100 dengan

nomer indeks mulai dari 0 s/d 99.

Selanjutnya untuk mengisi nilai data ke dalam array :

nama_array(no_indeks) = nilai_data

Contoh :

NamaSiswa(0) = “umar”

Namasiswa(1) = “fatimah”

Untuk “mengosongkan” nilai data, bisa menggunakan struktur kontrol For…Next :

For i = 0 To 99

NamaSiswa(i) = “”

Next i

Lebih mudah bukan ?

Catatan :

�� Agar nomer indeks array dimulai dari 1 (bukan 0), bisa menggunakan perintah Option Base 1

sebelum perintah Dim-nya, contoh :

Option Base 1

Dim NamaSiswa(100) As String

�� Atau bisa juga menggunakan kata To di dalam penentuan jumlah elemen array, contoh :

Dim NamaSiswa(1 To 100) As String

�� Untuk mengetahui berapa jumlah elemen di dalam sebuah array, bisa menggunakan perintah

Ubound(nama_array), contoh :

Dim NamaSiswa(1 To 100) As String

Dim JmlElemen As Integer

JmlElemen = Ubound(NamaSiswa) �� hasilnya = 100

�� Bila jumlah elemen array yang dibutuhkan tidak diketahui atau ingin bisa diubah-ubah, maka

bagian jumlah_elemen pada perintah Dim tidak perlu diisi, contoh :

Dim NamaSiswa() As String

Teknik ini biasa disebut sebagai array dinamis, biasanya untuk mengisi data yang berkembang terus, dan

belum bisa ditentukan di awal jumlah elemennya.

�� Untuk mengubah jumlah elemen array digunakan perintah Redim :

Redim [Preserve] nama_array(jumlah_elemen)

Contoh :

Redim NamaSiswa(1 To 150) �� jumlah elemen array NamaSiswa menjadi 150 dengan

nomer indeks dari 1 s/d 150.


Visual Basic III

Posted by Retphern Jumat, April 30, 2010, under , | No comments

Mengenal Struktur Kontrol


Struktur kontrol di dalam bahasa pemrograman adalah perintah dengan bentuk (struktur) tertentu yang

digunakan untuk mengatur (mengontrol) jalannya program.

Visual Basic 6 mengenal dua jenis struktur kontrol, yaitu :

1. Struktur kontrol keputusan - digunakan untuk memutuskan kode program mana yang akan

dikerjakan berdasarkan suatu kondisi. Akan dibahas pada bab ini.

2. Struktur kontrol pengulangan - digunakan untuk melakukan pengulangan kode program.


Ada dua bentuk struktur kontrol keputusan, yaitu :

1. Struktur IF…THEN. Akan dibahas pada bab ini.

2. Struktur SELECT…CASE. Akan dibahas pada bab selanjutnya.

1. Struktur Kontrol If…Then

Bentuk penulisan (syntax) struktur IF…THEN :

1. IF THEN

Bila bernilai True maka akan dikerjakan.

2. IF THEN

ELSE

END IF

Bila bernilai True maka akan dikerjakan, tetapi bila

bernilai False maka yang akan dikerjakan.

2. Struktur Kontrol Select…Case

Bentuk penulisan (syntax) struktur SELECT…CASE :

SELECT CASE

CASE

CASE

CASE

[CASE ELSE

]

END SELECT

Bila sesuai dengan maka akan dikerjakan, dst. Tetapi bila tidak ada yang sesuai dengan s/d maka yang akan dikerjakan.



Ada dua bentuk struktur kontrol pengulangan (looping), yaitu :

1. Struktur FOR…NEXT.

2. Struktur DO…LOOP.



1. Struktur Kontrol For…Next

Bentuk penulisan (syntax) struktur For…Next :

FOR = TO [STEP ]

NEXT

  • adalah variabel (tipe: integer) yang digunakan untuk menyimpan angka pengulangan.
  • adalah nilai awal dari .
  • adalah nilai akhir dari .
  • adalah perubahan nilai setiap pengulangan. Sifatnya optional (boleh ditulis

ataupun tidak). Bila tidak ditulis maka nilai adalah 1.



2. Struktur Kontrol Do…Loop

Bentuk penulisan (syntax) struktur Do…Loop :

1. DO WHILE

LOOP

akan diulang selama bernilai TRUE. Pengulangan berhenti bila

sudah bernilai FALSE.

2. DO UNTIL

LOOP

akan diulang sampai bernilai TRUE. Pengulangan berhenti bila

sudah bernilai TRUE.